Aksara Kawanua: Jurnal Ilmiah Multidisiplin https://jurnal.aksarakawanua.com/index.php/jakm <p><em><strong>AKSARA KAWANUA: Jurnal Ilmiah multidisiplin</strong></em> menerbitkan artikel berbagai rumpun keilmuan terdiri atas: pendidikan, bahasa, budaya, agama dan seni, filsafat, komunikasi, psikologi, sosial dan politik, hukum, kebijakan publik, ekonomi, pertanian dan peternakan, pariwisata, lingkungan, matematika dan Ilmu pengetahaun alam, kedokteran, kesehatan, farmasi, dan teknik informatika, dan sebagainya. <br />AKSARA KAWANUA: Jurnal Ilmiah Multidisplin terbit 6 kali dalam setahun atau Januari, Maret, Mei, Juli, September, November .<br />CONTACT PERSONS:<br /><strong>081341826116 (Admin)</strong></p> <p> </p> <p><strong>Penerbit: PUSAT PUBLIKASI AKSARA KAWANUA (P2AK) MANADO</strong></p> <p><strong>Alamat Redaksi:</strong></p> <p>Jalan Mogandi, Malalayang Satu, Kec. Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara</p> <p>Kontak: 0813 4182 6116</p> <p>Email: aksarakawanua@gmail.com</p> CV. Aksara Kawanua en-US Aksara Kawanua: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 2964-5050 MENGURAI PARADIGMA KAJIAN EKOLINGUISTIK: PELESTARIAN LINGKUNGAN LEWAT TEKS BUDAYA https://jurnal.aksarakawanua.com/index.php/jakm/article/view/1 <p>Ekolinguistik merupakan disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara bahasa dan lingkungan, serta bagaimana bahasa dalam teks budaya dapat menjadi sarana untuk pelestarian lingkungan, Penelitian ini berujuan untuk mengenalkan konsep-konsep inti dalam ekolinguistik kaitannya dengan emperkuat kesadaran lingkungan melalui analisis bahasa dalam warisan budaya. Dengan memahami keterkaitan antara bahasa, budaya, dan lingkungan, ekolinguistik menghadirkan paradigma baru dalam penelitian yang menggabungkan aspek linguistik dan ekologi. Studi ini merinci pentingnya bahasa dalam peningkatan kesadaran lingkungan di masyarakat melalui interpretasi dan analisis teks budaya sebagai alat untuk menginspirasi aksi pelestarian lingkungan. Peran ekolinguistik sebagai sarana untuk menjembatani kajian bahasa dan lingkungan melalui teks budaya dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.</p> <p>Kata kunci: ekolimguistik, pelestarian lingkungan, teks budaya</p> <p>&nbsp;</p> Hadirman Copyright (c) 2023 Aksara Kawanua: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 2023-09-30 2023-09-30 2 05 250 258 TOKOH SEKARDIU PADA WAYANG SASAK PERSPEKTIF HERMENEUTIKA JEAN PAUL GUSTAVE RICOEUR https://jurnal.aksarakawanua.com/index.php/jakm/article/view/101 <p>Sekardiu adalah salah satu tokoh dalam pewayangan sasak. Dalam kisah pewayangan sasak, diceritakan sosok skardiu merupakan seekor kuda (turangga) tunggangan wong menak Jayengrana. Kuda Skardiu merupakan anak dari bidadari dan denawe, dia lahir dari sosok Bidadari yang diperdayai oleh sosok Denawe (Raksasak) yang bernama Ranes. Berdasarkan kisah yang melatar belakangi lahirnya Skardiu dalam pewayangan sasak tentu terkandung makna filosofis didalamnya yang mengundang beragam penafsiran akan makna yang sesunggunhnya dari sosok Sekardiu. Untuk membahas makna filosofis yang ada pada sosok Skardiu diperlukan teori Hermeneotik dalam menafsirkan makna tersebut secara deskriftif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data Observasi, Wawancar, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dalam peneitian ini dianalisis mengunakan teori Hermeneutik Paul Ricoeur sehingga menghasilkan pemahaman yang berlangsung mulai dari penghayatan terhadap simbol-simbol sampai ke tingkat gagasan tentang berpikir dari simbol-simbol itu ada tiga, yaitu (1) langkah simbolik atau pemahaman dari simbol-simbol sekardiu; (2) pemberian makna oleh simbol serta penggalian yang cermat atas makna bentuk sekardiu(3) langkah filosofis, yaitu berpikir dengan menggunakan simbol sebagai titik-tolaknya penyampaian tafsiran subjektif peneliti. Dengan menggunakan teori tersebut maka tafsiran akan sosok sekardiu dalam pewayangan sasak dapat didiskripsikan bahwa bentuk sekardiu yang berwujud raksasa dan kudan merupakan lambing pengendaliaan hawa nafsu, symbol pengabdian dan keiklasan dalam menjalani darma ketuhanan yang diperjuangkan oleh sosok jayengrana</p> <p>Kata kunci: Sekardiu, Wayang Sasak, Hermeneutika</p> Sunardy Kasim Murianto Copyright (c) 2023 Aksara Kawanua: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 2023-10-28 2023-10-28 2 05 241 249